Cara Mencari Lahan Untuk Di Bangun Cluster Hunian

Berawal dari camp developer property syariah yang kebetulan diadakan untuk angkatan pertama di kota tempat saya tinggal, (di jawa timur sendiri sudah lebih dari 10x, yang saya tahu). Saya mulai belajar mencari lahan yang sekiranya bisa diolah untuk menjadi sebuah cluster. Awalnya saya tertarik sekali mengikutinya karena saya yakin tidak ada yang kebetulan di dalam hidup ini, semua sudah digariskan oleh Allah SWT, saya berkesempatan ikut camp yang diadakan selama 3 hari ini, karena melihat banyak sesuatu yang menurut saya menarik.

camp developer property syariah

Tanpa bank, tanpa denda, tanpa sita, tanpa akad bermasalah, real project, real syariah dan sebagainya. Salah satu hal yang menarik untuk saya adalah digunakannya tagline tersebut. Mana mungkin saat ini pihak developer bisa memberikan pembayaran berjangka kepada konsumennya, tanpa melalui perbankan, apalagi disertai tanpa denda, tanpa sita dan contoh proyeknya sudah berjumlah ratusan di seluruh indonesia yang dijalankan oleh ratusan membernya. Singkat cerita saya pada akhirnya memutuskan untuk ikut serta, dengan berbagai pertimbangan mulai dari akomodasi, kesempatan, ketersediaan dana dan waktu.

Mulailah perjalanan saya mempraktikkan hasil pembelajaran di kelas tersebut. Kali ini, saya akan berbagi tentang cara mencari lahan yang menarik untuk di bangun hunian.

  1. Mencari lahan melalui broker

Pertama yang bisa kita lakukan untuk mencari lahan adalah dengan menggunakan jasa broker/mediator/makelar, untuk versi mudahnya kita bagi dua saja, pertama yang tradisional yang kedua broker kekinian (bergerak secara profesional di bawah naungan perusahaan). Penyebutannya untuk memudahkan saja membedakannya.

Banyak sekali nantinya anda menemui broker baik tradisional dan kekinian. Keuntungan yang anda dapatkan nantinya ketika menemui broker tradisonal adalah biasanya mereka memiliki info lahan yang broker kekinian tidak tahu, apalagi pembeli biasa. Informasi yang menyebar diantara mereka biasanya hanya dari mulut ke mulut, yang di lokasi pun kadangkala tidak ditemukan informasi bahwa aset tersebut dijual, jadinya informasi yang kita dapatkan akan beragam.

Sedangkan keuntungan menggunakan broker kekinian, biasanya mereka memiliki akses langsung dan bersedia dengan lebih mudah untuk mempertemukan dengan pemilik, karena sebelumnya kedua pihak sudah berkomitmen untuk saling bekerjasama. Berbeda dengan broker tradisional biasanya, tidak langsung terhubung dengan pemilik, tapi ke sesama broker terlebih dahulu.

Keduanya menarik asal kita juga menjadi orang yang menarik dan amanah. Ketika memang ada informasi yang diberikan oleh broker dan ada kesepakatan disana, hargai kesepakatan itu, berikan hak mereka, insya allah nantinya akan jadi mitra yang saling menguntungkan untuk jangka panjang.

  1. Mencari lahan melalui marketplace

Mencari lahan melalui marketplace online ini agak mudah, banyak sekali kriteria yang bisa kita masukkan untuk berburu lahan idaman guna di olah menjadi sebuah cluster hunian. Mulai dari luasan minimal harga, lokasi, dan kondisi sertifkat. Salah satunya anda bisa menggunakan marketplace seperti olx, bisa juga alternatifnya melalui sosial media.

Namun agaknya ada beberapa kekurangan, saya pikir wajar karena memang semua jalur pencarian lahan tidak ada yang sempurna, seperti dengan pencarian lahan melalui marketplace ini, apa kekurangannya? Kadangkala pemilik lahan bukan generasi kekinian yang dengan mudah terbiasa memanfaatkan marketplace atau sosial media untuk promosi dan menjual lahan yang mereka miliki, namun bukan berarti tidak ada.

Keuntungan lainnya yang akan dapatkan adalah biasanya kalau beruntung, anda bisa langsung menemukan kontak pemilik properti dan bisa langsung terhubung dengannya tanpa melalui perantara. Bisa langsung mengetahui informasi yang paling valid langsung dari pemiliknya.

  1. Berburu lahan sendirian

Pilihan yang ketiga tentu anda bisa sekalian menjadi pencari lahannya, meskipun hal ini tidak terlalu disarakan. Akan lebih enak kalau sebelumnya anda memiliki pengalaman mencari lahan untuk dijualkan kembali (profesi anda sebelumnya broker). Anda bisa langsung menyisir kira-kira dimana lahan yang cukup menarik untuk dibangun cluster hunian.

Kadangkala yang memang membutuhkan lahan untuk terjual lebih cepat akan menunjukan nomor kontak yang bisa dihubungi. Namun anda harus juga siapkan lelahnya keliling. Jika anda berencana menjadi developer, saran saya anda tidak perlu berburu sendiri, cukup ketika verfikasi lahan saja anda turun langsung, mengecek ulang. Jadi sudah ada tujuan lahan yang akan dikunjungi.

Masing-masing cara mempunyai kekurangan dan kelebihannya, tidak perlu dipilih mana yang lebih enak, dicoba dirasakan dan digabungkan saja semua, intinya saling melengkapi.

Itu dari pengalaman saya yang bisa dibagikan untuk anda, mengenai proses pencarian lahan, setelah saya mengikuti camp. Sampai tulisan ini dimuat, sudah ada beberapa lahan yang memang saya cek dan rencananya akan mulai di kalkulasi kelayakannya untuk dibangun sebuah cluster/hunian. Jujur tidak mudah karena pertimbangan di awal agak sulit, menentukan layak/tidaknya.

Jika anda ingin berbagi saran/cerita/pengalaman menarik serupa atau apapun yang cukup bermanfaat, silakan menghubungi saya melalui email : admin@ditengah.com , atau mungkin anda juga memiliki lahan yang ingin dikerjasamakan untuk dijadikan sebuah hunian, silakan ajukan. Semoga artikel kali ini bermanfaat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *